Yaey! Gunung!! (Part 2 – End)

Standard

Pagi setelah sholat subuh, uda bisik bisik ke tenda cowo cowo. Nyari suami. Hehe. Ngapain? Sunrise dooong. Hore!
Nunggu sunrise lama, eh dapetnya nggak seperti yang ku duga. Mataharinya sembunyi di balik salah satu gunung. Ternyata emang di Ranu Kumbolo nggak bisa liat sunrise yang ala ala film drama gitu.. Ealah.
Tapi gapapa sih ya, tetep syedeeep dipandang.

image

Sunrise horee! ☀☀

Habis itu, matahari mulai naik.. Bingung mau ngapain lagi, mau sarapan juga belum pada bangun semua. Akhirnya kita ke tanjakan cinta deh. Tanjakan cinta itu apa sih? Kenapa dinamakan gitu? Hmmm aku pas ngga ada fotonya nih. Yang pasti itu semacam pertemuan 2 bukit yang kalau diliat dari jauh membentuk bentuk hati. Gitu kayaknya. Coba googling aja lah ya.

Pas liat tinggi bukitnya.. HAHAHA naik lagi nih? Sempet males. Tapi dirayu suami, mumpung uda di sini lho, katanya. Hmmm. Iya juga yaa. Huhuhu. *ngumpulin energi dan semangat*  Akhirnya naik deh. Oiya, sebelum arah ke tanjakan cinta, di belakang perkemahan, ada beberapa makam lho. Makam mereka yang meninggal di sana. Pas ngeliat, sempet sedih, terharu, salut.. campur! Sayang lupa motret daerah itu.

Sesampai di atas tanjakan cinta, pas di balik bukitnya.. Subhanallah, view nya cantiiik. Dikasi tau sama yang uda ke sana, kalo di pertengahan tahun, sekitar Mei gitu, tanah lapang di depan itu dipenuhi bunga Lavender ungu yang cantik. Waah!

image

View di balik bukit. Sayang ke sana pas nggak lagi musim Lavender 😥

Dikasih tau juga, setelah tanah lapang itu, kita akan menuju Kalimati, hingga Gunung Semeru itu sendiri. Ngeliat Mahameru.. kemudian ngerasa salut sama yang pada nyampek puncaknya. Gila. Sejauh itu. Setinggi itu. Alhamdulillah Allah masih mau menjaga jiwa jiwa yang nekat. Untuk memamerkan mahakaryaNya..

Hari makin beranjak siang. Sarapan. Mi kuah, nasi, telor asin. Alhamdulillah nikmaaat.. Biasa, sensasi makan orang lapar di dataran tinggi. 😁 Pas makan, sambil ngobrolin ntar gimana rencana pulangnya. Apa? Pulang? Bisa nggak selamanya di sini. Ya Allah.. Serius ini kita harus pulang? Ujar hati ini, hiks #apadeh. Lha gimana, rasanya masih trauma pendakian kemarin. 😥

Habis makan, ngobrol ngalur ngidul bentar, foto – foto, lanjut beberes persiapan pulang. Tak lupa pula ngebersihin sampah, yang setelah itu kusadari sebagai kesalahan kita. Kenapa? Sampahnya gak dibawa turun, tapi dibuang di sekitar situ. Lha semuanya pada buang situ sih, kirain uda biasa.. Maaf kan kami yaaa Ranu Kumbolo 😥

***
Pulang!
Kita ngambil jalur yang beda dari jalur berangkat. Kita lewat Gunung Ayag – Ayag. Mau tau jalurnya kayak gimana? Gambaran aja nih ya, aku sempet oleng karna kaki nggak kuat lagi rasanya mau jalan. Ada juga temen yang rasanya nggak kuat lagi jalan, sampai akhirnya tas carriernya dibawain suami. Jalur ini juga yang bikin Hanna bilang, “ini semua gara – gara nurutin mbak Al!” Jadi gini, dibanding jalur pertama yang naiknya teratur, jalur ini naiiiik dulu, kemudian turuuuun banget. Not recommended. Seriously. Pas cerita ke kakak yang anak PA, malah ketawa dia, katanya sebenernya jalur itu pernah ditutup. Arrgh. Nggak kaget. Tapi sisi positifnya, perjalanan kita jadi terasa lengkap. Udah nyoba ini itu. Hehehe.

Alhamdulillah perjalanan yang luar biasa ini bisa kita lewati. Bisa nyampe rumah masing – masing dengan selamat sekitar jam 7 – 8an. Haaaahh.  Seneng. Luar biasa. Pengalaman dan kenangan yang berharga. Alhamdulillah. Tinggal mikirin istirahatnya aja ini. Hoho.

Yauda sih, gitu aja kali ya ceritanya. Karna ini pengalaman yang luar biasa, jadi bagi yang belum pernah, sangat dianjurkan. Jangan takut capek ya. Sebanding kok dengan pengalamannya. “Ngapain capek – capek gitu? Jalan ke mall aja kali, lebih nyaman.” Hehehe, terserah sih. Tapi terkadang, di hidup ini, ada beberapa hal yang terlampau luar biasa, sampai kita tak mampu menentukan nominal harganya.

Sekian.
Happy traveling, everyone!

__________________________

Tips:
1. Persiapkan segala perlengkapan dengan baik, jangan sampai ada yang kurang. Kan kasihan kalau ada yang harus bertanggungjawab atas kecerobohanmu. Tanyakan pada yang lain, sudah lengkapkah bawaanmu.
2. Berdo’a. Jangan sombong, kamu masih menginjak ciptaan Tuhan.
3. Just, please, throw away your gadget. Kecuali berfungsi untuk motret. Seriusan beneran nggak penting banget nge cek SMS, instagram, path, dll. Enjoy your trip!!
4. Kalau tidur, pas rame – rame, ambil bagian tengah. Hangat. Gapapa kalau terasa sesak. Soalnya kalau sisi samping, space lebih luas dikit sih, tapi dinginnya bikin ngga bisa tidur.
5. Mungkin cuma itu aja tipsnya, hehehe. Yang pasti, kill nothing but the time, leave nothing but the path, take nothing but picture.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s