Perjalanan Luar Negeri Pertama

Standard

Ke Singapura? Bukan.
Tokyo? Bukan.
KL? Inggris? Thailand? Buuuukan.
Tapi ke Jeddah, Makkah dan Madinah. Arab Saudi. Alhamdulillah.. Atas ijin Allah SWT. kami berangkat umroh. Secara tersurat sih, ini hadiah pernikahan kami dari suami. Kalau secara tersirat, ya dari Allah. Hehehe.

Masih inget awal – awal nikah, uda kudu berjauhan sama suami yang lagi sibuuuk kerja. Ngga ada gitu yang namanya Honeymoon seusai nikah. Sempet rewel dulu, “Biiii, kita kok ngga hanimunan siiihhh?” Biar mainstream. Kayak pasangan lainnya. HAHAHAHA. Tapi ya gitu, karna ada peran istri yang lebih penting (baca: bantuin suami nyelesein skripsi) akhirnya yaweslah, wong cuma hanimun ae lho. Itupun sebenernya uda bersyukur uda sering diajak suami jalan – jalan ke luar kota.

Hingga suatu malam, sebelum tidur suami ngomong, insya Allah bulan depan kita bakalan umroh.. Wohooo! Antara kaget dan seneng. Hehehe. Apalagiiii, nungguin momongan yang tak kunjung datang. Hmmmm. Kesempatan yang sempurna! Ngobrol langsung sama yang punya hidup. Ya nggak?

29 Desember 2014.
Berangkat.

Kalau ngomongin niat, masih kabur sebenernya. Nggak jelas. Campur aduk. Tapi yang pasti bukan hanimun. 😒 Pokonya ibadah plus do’a minta anak. Heaven yeah!

Dan kalau dibilang mendapat panggilan, saya kurang setuju. Saya nggak dipanggil. Saya yang mau datang. Perumpamaannya, saya bukan orang ilang yang dipanggil tuan rumah untuk ke rumahNya. Tetapi saya mencari rumahNya, mengetuk pintuNya, minta ijin untuk masuk dan diperbolehkanNya. See the difference?
Etapi kata pengajian kapan itu, bilang apapun itu, kita dipanggil. Soalnyaaa bisa jadi kita stress pingin sesuatu, uang banyak, tapi sama sekali ngga kepikiran buat ke Baitullah. Hmmm. Masuk masuk 👍
Brarti barusan saya sombong ya? Astaghfirullah.

Next. Nggak banyak yang bisa diceritain. Apa yang bisa diceritain banyak dari perjalanan ibadah, ya nggak? Tapi kalau mau tau beberapa dokumentasi tentang umroh, bisa kunjungi Instagram ku alvitabidati. 😜 Tenang, ngga ada foto akunya kok, hahaha.
Tapi kalau yang paling berkesan..
❤ pas di sekitar makam Rasulullah Muhammad SAW., masya Allah rasanya tuh rinduuuuu banget. Sayaaaaang banget. Berterimakasiiiih banget. Ntah ya, tetiba jadi keinget kisah sejarah perjuangan Rasulullah. Di sana rasanya pingin mewek dan nggak henti – hentinya ngucapin sholawat dan rasa terimakasih. I love youuu ya Rasulullah 😘
❤ pas di depan Makkah.. nge blank. Kosong. Hampa. Ini kepala mendadak ringan. Ntah kenapa. Nggak seemosional pas di Masjid Nabawi. Hmmm.
❤ setelah banyak berdo’a di depan Ka’bah minta keturunan, lusanya malah mens. Wahahaaha. Ya sudah lah. Sudah berdo’a juga kan? Agak sedih, tapi lebih ke paasraaaah. Semacam “Terserah lah.” Hehehe. Lagian, mungkin Allah nggak mau saya langsung hamil di sana soalnya takut mengkultuskan rumahNya. Hihihi.

Yang penting uda puas sambat. Uda puas bikin tuli telingaNya (ampuni personifikasi ini).
Kami akan menunggu.
Dan selama itu, jagalah kasih sayang di antara kami berdua.
Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s