Surat untuk Anakku.

Standard

Assalamu’alaikum anakku..
Kali ini aku akan bercerita tentang kabar gembira atas hadirmu.

Sebelumnya ada baiknya kau tau, bahwa kami telah menunggumu hampir 1 tahun.. Itu adalah masa yang berat, terutama untukku. Kala beberapa temanku mulai hamil, ataupun melahirkan buah hatinya.. Aku masih bersimpuh pada Nya agar kita dipertemukan..

Semakin bertambah bulan semakin terasa berat. Aku mulai sering berburuk sangka pada Allah. Hanya marah dan sedih yang mendominasiku. Aku bahkan mulai kufur nikmat. Sulit rasanya mengingat kasih sayang Nya.

Dan abi memutuskan agar kami pergi umroh. Ke tanah suci. Ke rumah Nya. Kau adalah do’a utama ku. Atau mungkin kami. Kau lah yang menguasai jumlah do’a ku nak..

Hingga kemudian aku berada di titik pasrahku. “Ya Allah, kalau kau masih belum mengijinkanku bertemu dengannya.. Maka hamba mohon, bahkan untuk sekali saja, pertemukan kami lewat mimpi.” Tapi do’a yang sederhana itu pun masih belum mendapat restu.

Maret. 11 bulan pernikahan. Tak kunjung ada tanda positif. Kedua dokter itu mengatakan hal yang sama. Hanya 3 persen katanya. Tega sekali! Bahwa kami memerlukan usaha lebih untuk memilikimu.. Ah. Sepulang dari sana, aku ingat aku menangis di bahu abimu. Aku terus menangis. “Masih lama..” bisikku. Ngomong ngomong tentang abimu, dia pria yang hebat. Dia selalu ada di setiap rasa sakit, sedih, marah dan kecewa yang kumiliki. Dia pria paling sabar yang pernah kutemui. Kelak kau akan bangga dengannya. Aku yakin. Karena saat itu, dia juga menggenggam tanganku. “Sabar.. Semua ada prosesnya..” Bisiknya.

25 April 2015. 2 minggu setelah aku menangis. Kami kembali lagi ke dokter kandungan kami, yang kemudian bertanya tanya mengapa aku belum mens juga? Aneh. Wanita cantik itu memintaku berbaring untuk diperiksa dengan USG. Setelah alat pendeteksi telah menempel di perutku, aku mendengar dia berkata,

“Lho, anda hamil gini lho! Selamat yaa!”

Sebentar. Tidak inginkah kau membayangkan wajahku dan wajah abi kala itu?
Seperti ada yang dicabut dalam diri kami. Seperti ada sesuatu yang tak nampak yang menghantam kami. Diam. Kemudian bingung. Terkejut. Mungkin saat itu rasanya kesadaran kami hanya separuh. “Tapi.. Kan katanya nggak mungkin bisa..” Dokter itu tersenyum, “Ya kalau Allah berkehendak, apapun bisa kan.”

Iya, tentu saja.
Dan aku masih merasa kosong, bingung bahkan hingga selesai membayar biaya konsultasi. Aku dan abi masih belum sanggup pulang rasanya. Kami terduduk diam di teras rumah sakit. Mencoba percaya. Mencoba yakin bahwa kau benar – benar ada di sana. Kami gemetar. Aku menangis. Abi berkaca – kaca. Sungguhkah?

Sore itu, aku masih diliputi rasa tidak percaya, bahagia, bingung dan kehangatan. Campur. Mendadak aku ingin memelukNya, dan bertanya mengapa Dia terlalu baik padaku. Kubuka Al Qur’an. Surah Fatir langsung menarik perhatianku. Pencipta.

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Fatir : 1)

Allahu Akbar.

Anakku.. Pada baris ini tidakkah kau mulai berpikir apa yang aku pikirkan? Bahwa Allah luar biasa baiknya. Meski mungkin kau tidak sepaham itu. Maka akan kuberi tahu kau perumpamaannya, apa yang aku alami. Dalam metafora.

“Seperti, aku ingin terbang mengelilingi angkasa. Namun dunia menertawakanku. Setidaknya mereka bilang itu mustahil! Aku marah. Aku menemuiNya. Kuludahi Dia. Aku mengumpat pula pada Nya. Tapi kemudian dia tersenyum, memelukku erat, mencium keningku dan menggenggam tanganku. Kami berkeliling jagat raya.”

Jadi, wajar kan bila kemudian aku jatuh cinta?

Seperti itulah anakku.
Dan kau. Kau lah. Sosok yang mengingatkanku atas kebaikanNya. Betapa dia sungguh Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Sungguh. Kelak tumbuhlah besar dengan pemikiran yang sama. Cintai Dia. Allah SWT. Yang mempertemukan kita. Yang membuatku dan abi bahagia.

Selamat datang di rahimku anakku.
Assalamu’alaikum 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s