Persalinan dan Minus Tinggi

Standard

Assalamu’alaikum!

Rasanya dari beberapa blog posts yang ada di sini, jarang ada yang nyinggung seputar kehamilan ya? Padahal pemilik blog nya uda 32 weeks ini. 😓😁
Habisnya, apa – apa yang terjadi selama hamil cukup dishare ke suami dan keluarga terdekat aja sih. Kadang dirasain sendiri pake perasaan bahagia. Ehehe.
Tapi kali ini, mau share hal yang insya Allah bermanfaat, terutama buat bumil – bumil di luar sana. Apaan?

Jadi gini, dari awal hamil uda tau, malah jauh sebelum hamil juga uda tau, dari temen yang menempuh pendidikan dokter, kalau ibu hamil dengan minus tinggi lebih dari 6 sulit kemungkinannya buat persalinan normal. Yang minus tinggi kalau denger ginian sedih banget nggak sih? Iya! Termasuk aku. 😥

Alasan dari pernyataan itu karena berhubungan dengan kekuatan retina. Nah, kan ibu yang mengalami proses persalinan pasti akan mengejan kan? Nah, pas mengejan, otot retina juga akan berkontraksi kuat. Sedangkan mata minus tinggi juga dikaitkan dengan lemahnya otot retina mata. Jadi kalo mata minus tinggi dipaksa mengejan, takutnya otot retinanya nggak kuat daaan retina jadi pecah. Efeknya? Kebutaan. Naudzubillah 😥

Jadi selama kehamilan ini masih bertanya – tanya, bisa persalinan normal nggak ya? Hiks. Jadi tiap ditanya ” nanti normal atau Caesar? ” selalu senyum kecut, ” belum tau.. Mungkin Caesar, tapi semoga juga bisa normal..”
Bener – bener bingung galau sedih gegara mata minus ini. Apalagi pernah kejadian kakak yang habis persalinan matanya buta sesaat sekitar 10 menitan. Hwaduuuuh. Tapi tapi, temen pernah cerita, bahwa temennya suaminya minus tinggi pun bisa persalinan normal tuh. Pake metode water birth di bidan pula.

Dua kasus yang berlawanan. Soalnya minus kakakku nggak terlalu tinggi sih..
Nah, jadi penasaran, apakah sebenernya teori – teori yang beredar itu bersifat absolut?
Setelah googling, akhirnya berpetualang lah saya ke berbagai threads di forum ibuhamil.com. Yang topiknya khusus bicara tentang mata minus tinggi dan persalinan normal. Waah senengnya baca – baca bahasan para bumils yang galaunya sama kayak saya. Hehe. Selain baca obrolan mereka, aku juga berpetualang di berbagai blog milik bumil yang sharing pengalamannya dengan mata minus tinggi. Begitu banyak informasi yang aku peroleh!

Hasilnya? Gini ya, intinya.. Manusia itu beda – beda.
– Ada yang minus tinggi baaanget tapi bisa persalinan normal dan lancar. Kayak kata salah satu dokter SpOG ku, pernah menangani persalinan normal seorang bumil yang minus 11.
– Ada yang maksa normal akhirnya mengalami kebutaan.
– Ada yang minus kurang dari 6 uda divonis nggak bisa persalinan normal karena otot retinanya uda rusak.
– Tentang pengalaman kakakku, kata dokter SpOG ku itu sih efek tekanan darah. Biasa terjadi.

Alhasil akhirnya biar ati sreg, yaaa cek mata sendiri lah. Setelah dapet rujukan dari dokter kandunganku, akhirnya dirujuklah aku ke MEC (Malang Eye Center). Singkat cerita, sama dokter spesialis matanya aku dikasih obat tetes. Yang setelahnya aku tahu itu buat ngebuka pupilnya, biar pupil makin lebar. Periiihh banget. 2 kali tetes dengan jarak setengah jam per sesi. Yang tetesan pertama sih cuma perih biasa, yang setelah tetesan sesi 2, rasanya tuh kayak silau. Ada cahaya dimana – mana.

Pas uda masuk ke ruang dokternya, ditetesin lagi sama beliaunya. Langsung setelah itu diperiksa pake alat gitu, kita semacam ngeliat cahaya. Disuruh ngelirik kanan, kiri, atas, bawah. Sudah. Alhamdulillah, kata dokternya otot retinaku baik – baik aja.

Apakah setelah itu aku dengan optimis bilang aku akan memilih persalinan normal? Nggak. Habis baca – baca, kalau ada juga yang fine – fine aja setelah persalinan, tapi mengalami penurunan penglihatan atau ada yang minusnya makin nambah karena otot retinanya melemah setelah dibikin ngejan. Hmmmm. Masih ketir – ketir 😥

Tapi anggap aja sejauh ini uda berusaha maksimal, sekarang tinggal berdo’a memohon padaNya, insya Allah ditambah sholat istikharah. Meminta petunjuk yang terbaik dariNya.
Ah iya, mungkin bakalan ada yang bilang, yauda sih, daripada ambil resiko yang serem – serem, ngotot persalinan normal, kok nggak langsung aja milih Caesar gitu? Gimana ya, aku sebenernya masih takut buat Caesar, ngebayangin kata beberapa orang yang sakit efek operasinya tahan lama. Hiks. Tapi.. kalo dipikir lagi, terserah normal atau Caesar, yang pentiiing.. bisa ketemu si kecil yang selama ini menggelitik perut. Iya kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s