Dilemma

Standard

Selamat malam, Semesta.

Aku terlampau bahagia atas dirimu yang begitu lincah di dalam sana.
Kau sapa aku melalui tonjolan lembut di permukaan kulit,
Membuatku menerka, apa yang hendak kau kata?
Atau hanya sebuah tarian indah tanpa makna?

Bergeraklah sebanyak mungkin!
Hantamlah sekuat mungkin!
Kuasai wilayahmu yang tak mampu kujamah.
Raba rata sebelum kau meninggalkannya.
Kelak.

Hingga aku mulai gelisah.
Antara menyapamu di duniaku,
Atau merasakan hidupmu di dalam sana.
Keduanya sungguh menggoda.
Ah ya!
Berbicara denganmu melalui tabir susunan sel ini memang nikmat.

Tapi kemudian aku tau,
Mungkin bertatapan denganmu akan jauh.
Lebih.
Luar biasa.

Segera!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s