The Day.

Standard

There will never be a day like the day your baby was born. (Anonymous)

Tidak pernah ada hari seperti hari saat anakmu lahir.
Iya. Memang.
Seperti apa rasanya?
Aku pernah bertanya pada salah satu sahabatku, bagaimana rasanya saat melahirkan. Dia menjawab, rasanya.. tidak dapat dipercaya bahwa bayi itu anaknya; bahwa dia memiliki seorang anak. Blank. Kosong.

Begitu.

Kalau aku?
Ah ya. Begini. Aku pernah melihat gambar – gambar wanita yang menangis memeluk bayi nya. Hal – hal yang terkesan hangat.
Tapi bukan itu yang kurasakan.

Aku hanya merasa sesak akan rasa syukur. Itu saja. Aku bersyukur dia lahir dengan selamat, sehat, sempurna.
Aku bersyukur kami bertemu.
Aku bersyukur mampu memeluknya.
Aku bersyukur saat itu terjadi.
Aku bersyukur,
Akhirnya memilikinya.

Itu saja.

Tak ada rasa rindu seperti aku merindukan suamiku.
Tak ada tangis haru seperti saat aku dijejali perasaan cinta pada suamiku.
Tapi..

Aku memuja anakku dengan cara yang berbeda. Lebih ringan. Dan kupikir, lebih dalam.

Hingga aku belajar.
Cinta pada pasangan dan anak itu berbeda.
Dan hari itu, semuanya berbaur luar biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s