Bapil (Batuk Pilek) Afiqa

Standard

Afiqa terkena batuk pilek.

Di usianya yang baru 3,5 bulan, Afiqa kena batuk pilek. Sedih, iya sedih. Apalagi sakitnya pas tanggal 4 April, di saat harusnya saya dan suami ngerayain 2 tahunnya pernikahan kami. Duh. Pas banget timingnya 😦
Afiqa bapil gegara ketularan sepupunya.. dan mungkin saat itu Afiqa lagi nggak fit kali ya, kok gampang tertular. Tapi katanya bayi daya tahannya emang masih rendah sih.

Nah, hari pertama, demam plus bersin – bersin. Menuju siang, eh batuknya kedengeran. Masalah demam, nggak sampek panas tinggi, alhamdulillah. Lumayan anget tapi. Langsung deh, ASI beraksi! Tapi ternyata.. Nggak sembuh – sembuh!!

Ya Allah, sediiiihhhh banget. 😥 Uda gitu, makin paaaraaaahhh. Lemes banget. Apalagi Afiqa belum bisa ngeluarin dahaknya sendiri kan, jadi makin sedih. Uda dicoba penguapan, dijemur pagi – pagi, dihirupin uap minyak kayu putih.. Tetep! Saking parahnya aku sempet kepikiran sekilas bakal kilangan Afiqa 😥

Akhirnya ke DSA (Dokter Spesialis Anak) dan katanya Afiqa kemungkinan terkena infeksi. Diberilah saya obat. Saya yang memuuujaaaaaa kekuatan ASI ini, tetiba sedih. Awalnya mikir, ih dokternya kok nggak pro ASI sih. Jadi keesokan harinya obat nggak diminumin ke Afiqa. Malah kondisi memburuk!

Di saat itulah saya mengalami dilemma yang luar biasa. Satu sisi pingiiin banget Afiqa hanya disembuhin ASI. Saat itu saya ngotot ke suami, yakin ASI bisa nyembuhin. Jangan dikit – dikit obat, Bi! Nanti imun Afiqa lemah! Kataku kala itu. Di sisi lain, Afiqa malah memburuk kondisinya. Curhat ke temen kedokteran, she gave a wise statement, “Dokter lebih tau kondisi Afiqa, jadi insya Allah dia meresepkan yang layaknya didapet Afiqa.”

Pagi itu hancur pertahanan saya. Suami pun bernafas lega. Afiqa minum obat. Alhamdulillah setelah 3 kali minum puyer, atas ijin Allah Afiqa sembuh. 😀 Kemudian, Ada emak – emak muda yang nyesel kok nggak dari kemarin – kemarin ajaaa minum obat nya. Hiks.

Dan beberapa hari setelah nya, saya baca blog seorang dokter. Dia bilang bayi memang jangan dikit – dikit obat. Tapi jadi ortu ya jangan kolot, kekeuh ngASI aja. Gunakan obat saat memang diperlukan.

*ketawamalu*

Akan saya ingat, dok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s