One Day One Juz

Standard

Aku tergabung dalam grup One Day One Juz atau yang sering disingkat ODOJ. Sebuah aksi setor atau tilawah (membaca Al Qur’an) satu juz per hari. Awal gabung prestasiku bagus sekali. Makin lama.. 

Dulu sempat bilang suami, kalau mau mundur. Kenapa? Karena keteteran. Apalagi pas awal – awal punya anak. Hyuh. Tapi dicegah suami, katanya gapapa keteteran, diperbaiki semangatnya pelan – pelan. Takutnya mundur malah ga keinget tilawah sama sekali. Bener juga sih.

Tapi tetep, sampai sekarang aku masih nggak sreg sama program ODOJ ini. Menurutku, kayak jadi ditarget. Dikejar setoran. Nggak ada ketulusan di sana. Itu bagiku sih. Soalnya dulu sebelum ada ODOJ, aku pernah baca Al Qur’an dan terjemahannya. Pelan – pelan tapi rutin. Nggak ditarget, dan rasanya nikmat banget.

Kenapa nikmat? Soalnya dibaca plus terjemahannya. Jadi, pas baca, trus liat terjemahannya.. Pas bagian siksa dan adzab, langsung galau. Pas dapet bagian kasih sayangNya, hati rasanyaaa hangaaat. Semuanya serba masuk ke kalbu #ceilaah. Jadi diresapi.

Kalau setor? Hmmmm. Saya pribadi siihhh jadi gak dapet maknanya. Kayak baca Pancasila jadinya. Cuma baca. Hmm. Eh tapi kalau dipikir – pikir, mungkin ini salah saya sih ya. Harusnya diluangkan waktu lebih baaanyak untuk ODOJ ini, biar nggak asal baca, iya kan?

Karena, yang paling penting adalah paham maknanya dan mampu mengamalkannya. Nggak asal tamat Al Qur’an dalam 30 hari.

Dan saya masih cetek!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s