Jeda

Standard

Tanggal 20 Maret 2017. Sebuah tanggal yang aku harap tak pernah hadir di hidupku. Tanggal dimana Afiqa menolak menyusu, hingga sekarang.

Sedih.

Cuma itu yang bisa aku rasakan.

Dan sudah tiga hari itu berlangsung.

Tiga hari aku mengemis memintanya.

Tiga hari aku merayunya.

Tiga hari aku merindukannya mencariku.

Tiga hari aku membayangkan wajahnya saat menyusu.

Tiga hari aku berdoa agar dia kembali lagi.

Tiga hari aku menangis.

Tiga hari aku mengeluh pada suamiku.

Tiga hari aku memutar otak agar kebutuhannya tetap tercukupi.

Tiga hari aku nonton video kita yang becanda saat menyusu.

Tiga hari aku berharap dia mendadak melahapku.

Tiga hari aku berharap..
Semua ini hanya jeda.

Bukan titik.

Bukan. 

Karena perpisahan tanpa pamit itu kurang ajar. Tak ada pembicaraan, tak ada salam. Dan sungguh,

Selalu ada hati yang kehilangan. Hati yang merindu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s